Skip to main content

Apa Itu Drawdown dalam Trading? Rumus dan Angka Wajar

Erwanto KhusumaErwanto Khusuma13 Mar 2026Ditinjau oleh Analis Lumen
Apa Itu Drawdown dalam Trading? Rumus dan Angka Wajar

Dalam dunia trading forex dan emas, keuntungan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Trader juga harus memahami risiko kerugian yang mungkin terjadi selama aktivitas trading. Salah satu metrik penting untuk mengukur risiko tersebut adalah drawdown.

Drawdown trading adalah penurunan nilai akun trading dari titik tertinggi (peak) ke titik terendah (trough) dalam suatu periode tertentu. Metrik ini membantu trader memahami seberapa besar kerugian yang pernah dialami oleh akun mereka.

Dengan memahami drawdown, trader dapat mengevaluasi strategi trading dan mengelola risiko dengan lebih baik.

Apa Itu Drawdown?

Drawdown adalah penurunan saldo atau ekuitas akun trading dari level tertinggi yang pernah dicapai ke level terendah sebelum kembali naik. Drawdown biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.

Contohnya:

  • saldo akun mencapai Rp10.000.000

  • kemudian turun menjadi Rp8.000.000

Dalam kasus ini, drawdown yang terjadi adalah 20%.

Melansir Babypips, drawdown penting untuk dipahami karena menunjukkan seberapa besar risiko kerugian yang dialami oleh suatu strategi trading. Semakin besar drawdown, semakin besar pula risiko yang dihadapi oleh trader.

Drawdown vs Loss: Apa Bedanya?

Banyak trader menganggap drawdown sama dengan loss, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Loss

  • kerugian dari satu transaksi trading

  • terjadi ketika posisi ditutup dengan hasil negatif

  • biasanya dihitung per posisi

Drawdown

  • penurunan total nilai akun dari titik tertinggi

  • mencerminkan performa keseluruhan akun trading

  • dapat berasal dari beberapa kerugian berturut-turut

Dengan kata lain, loss adalah kerugian per transaksi, sedangkan drawdown menggambarkan kerugian kumulatif pada akun trading.

Maximum Drawdown: Metrik Penting dalam Trading

Maximum drawdown adalah penurunan terbesar yang pernah dialami oleh akun trading dari puncak ke titik terendah. Metrik ini sering digunakan untuk menilai risiko suatu strategi trading.

Contohnya:

  • akun trading mencapai Rp10.000.000

  • kemudian turun menjadi Rp6.000.000

Maximum drawdown dalam kasus ini adalah 40%.

Banyak trader profesional memperhatikan maximum drawdown karena metrik ini menunjukkan seberapa besar risiko strategi trading.

Strategi dengan profit tinggi tetapi drawdown besar sering dianggap lebih berisiko.

Cara Menghitung Drawdown

Drawdown biasanya dihitung dalam bentuk persentase menggunakan rumus berikut:

Drawdown = (Peak Value – Trough Value) / Peak Value × 100%

Contoh perhitungan:

  • saldo tertinggi akun = Rp5.000.000

  • saldo terendah setelah kerugian = Rp4.000.000

Perhitungan:

  • penurunan = Rp1.000.000

  • drawdown = (1.000.000 / 5.000.000) × 100%

Hasilnya adalah 20% drawdown.

Dengan menghitung drawdown, trader dapat memahami seberapa besar risiko kerugian yang pernah dialami oleh akun mereka.

Drawdown yang Wajar untuk Pemula

Tidak ada angka drawdown yang benar-benar ideal karena setiap strategi trading memiliki karakteristik yang berbeda. Namun secara umum, trader sering menggunakan batas drawdown tertentu sebagai acuan risiko.

Sebagai gambaran umum:

  • di bawah 10% → risiko relatif rendah

  • 10% – 20% → masih dianggap wajar

  • 20% – 30% → mulai berisiko tinggi

  • di atas 30% → risiko sangat tinggi

Banyak trader profesional berusaha menjaga drawdown tetap rendah agar akun trading tetap stabil dalam jangka panjang. Manajemen risiko yang baik dapat membantu mengurangi kemungkinan drawdown besar.

Recovery dari Drawdown: Persentase yang Perlu Diwaspadai

Salah satu hal penting yang sering diabaikan trader adalah bahwa semakin besar drawdown, semakin sulit akun untuk pulih kembali.

Berikut contoh hubungan antara drawdown dan persentase profit yang diperlukan untuk kembali ke titik awal.

Drawdown Profit yang Dibutuhkan untuk Recovery
10% 11%
20% 25%
30% 43%
40% 67%
50% 100%

Contohnya, jika akun mengalami drawdown 50%, trader harus mendapatkan keuntungan 100% hanya untuk kembali ke saldo awal.

Karena itu, banyak trader fokus pada menghindari drawdown besar dibandingkan mengejar keuntungan yang terlalu agresif.

Kesimpulan

Drawdown adalah penurunan nilai akun trading dari titik tertinggi ke titik terendah dalam suatu periode tertentu. Metrik ini digunakan untuk mengukur risiko kerugian dalam aktivitas trading.

Berbeda dengan loss yang hanya menggambarkan kerugian dari satu transaksi, drawdown mencerminkan penurunan keseluruhan nilai akun trading. Trader sering menggunakan maximum drawdown untuk menilai risiko suatu strategi.

Dengan memahami drawdown dan menerapkan manajemen risiko yang baik, trader dapat menjaga stabilitas akun serta meningkatkan peluang keberhasilan dalam jangka panjang.

FAQ

Apa itu drawdown dalam trading?
Drawdown adalah penurunan nilai akun trading dari titik tertinggi ke titik terendah dalam periode tertentu.

Apa yang dimaksud dengan maximum drawdown?
Maximum drawdown adalah penurunan terbesar yang pernah terjadi pada akun trading dari puncak saldo ke titik terendah.

Mengapa drawdown penting dalam trading?
Drawdown membantu trader memahami risiko strategi trading serta mengevaluasi performa akun trading secara keseluruhan.

Related posts